Minggu, 09 Desember 2012

Sedia jaket dan payung

Sabtu, 8 Desember 2012..
Hujan. Tapi bukan hujan biasa. Deras banget parah. Dicampur angin-angin lagi.
Basah kuyup, padahal udah payungan, nebeng payung orang lagi *sedih ga punya payung sendiri*. Abisnya hujannya ditiup angin, dan entah kenapa anginnya menuju ke arah saya mulu.
Huft, baju sebelah kiri basah. Dari lengan sampai ke punggung. Untungnya ada teman baik hati yang mau minjamin jaketnya :).
Harus mulai mempersiapkan diri menghadapi hujan-hujan berikutnya..
Memang benar, harus sedia payung plus jaket juga sebelum hujan :)

Kamis, 06 Desember 2012

Nano-nano

Pernah dengar iklan permen nano-nano? *ups nyebut merek ;p*
Yaah, kira-kira beginilah syair jinglenya, manis, asam, asin, rame rasanya,  nano-nano-nano. Agak lupa jujur, tapi kurang lebih begitulah ya. 

Nah, kenapa jadi ngomongin nano-nano? Karna hidup itu seperti nano-nano menurut saya. Ada manis, ada asam, ada asin, dan kadang juga ada pahit, meskipun di permen nano-nano ga ada rasa pahitnya sih.  Mungkin buat beberapa orang bisa ditambahkan kata getir, walaupun sedih banget ya kalau sampai ada yang berpikir hidup itu getir.

Macam-macam rasa, begitulah hidup. Kadang kita bisa tertawa bahagia, kadang bisa juga terluka.
Tapi bukankah justru perbedaan rasa itulah yang membuat hidup ini menyenangkan dan layak untuk dihargai setiap detiknya. Tangis ada supaya tawa itu terasa lebih istimewa. Luka ada supaya bahagia itu terasa dan nyata. Kehilangan membuat kita lebih menghargai yang kita miliki. 

Pahit, asam, asin, manis, menjadi satu harmoni yang indah. Memberi rasa unik yang luar biasa dalam hidup kita. Pahit membuat kita mengenal manis. Asam ada supaya kita mengenal asin.

Mungkin saat ini, kita sedang mengalami nano-nanonya kehidupan. Ada yang menyenangkan dan juga tidak. Tapi saya percaya bahwa apapun yang kita jalani atau rasakan dalam hidup harus selalu kita syukuri. Harus kita jalani dengan penuh penyerahan pada kehendakNya. Karna segala sesuatu Dia jadikan baik dan indah bagi hidup kita. Pahit, manis, asam, asin, dia jadikan agar kita mengenal harmoni rasa, yang kita sebut enak.

Saya bersukacita atas hidup saya yang tidak selalu manis dan sempurna. Saya bersukacita untuk segala rasa yang Dia ijinkan terjadi dalam hidup saya. Karna rasa-rasa yang Dia beri, ketika saya berani untuk menerima dan mengharmonikannya dalam hidup saya, menjadi sesuatu yang indah. Dan saya bisa menyanyi, rame rasanya. Saya memang suka permen nano-nano kok :D

Selasa, 04 Desember 2012

Tuk tuk..

Tuk.. tuk ngantuk..
Ngantuk sekali. Selimut menggantung di tepi tempat tidur, menggoda. Boneka kesayangan seakan menatap minta segera dipeluk.
Hujan masih turun, rintik-rintik. Saya masih bisa mendengar bunyi tik-tiknya dari jendela.

Ingin sekali rasanya langsung menjatuhkan diri ke tempat tidur saya yang besar, hangat, dan nyaman..

Tapi tidak bisa. Tugas-tugas kuliah saya menumpuk, minta segera diselesaikan. Dua hari lagi adalah deadline dua tugas, mau tidak mau saya harus mengerjakan malam ini.
Huft.. agak sedih sebenarnya. Sudah sangat lelah, tapi masih belum bisa meninggalkan laptop.

Yaa, tidak segala sesuatu yang kita inginkan bisa kita miliki bukan. Ini baru contoh yang sangat sederhana. Kadang, untuk sementara, kita hanya bisa menatap hal yang kita ingini tersebut dengan penuh kerinduan, berharap kita bisa segera memperoleh yang kita inginkan..

Senin, 03 Desember 2012

Mata Bagi Mereka

Menjadi seorang 'reader' di panti wyata guna adalah suatu pengalaman yang sangat mengesankan bagi saya. Pengalaman ini dimulai sekitar satu setengah tahun yang lalu ketika saya melihat pengumuman kecil di Warta Jemaat PMK. Saat itu juga saya langsung tertarik untuk terlibat dalam pelayanan menjadi seorang reader. Apa yang saya kerjakan sebagai seorang reader di panti tuna netra Wyata Guna? Sederhana sebenarnya, saya membacakan buku, mengetik, atau menulis bagi teman-teman di wyata guna yang masih bersekolah atau berkuliah. Mereka tidak dapat melakukannya sendiri, karna keterbatasan fisik mereka.

Apa yang membuat saya merasa sangat senang dan terberkati dapat terlibat dalam pelayanan ini? Pertama, saya tahu, bahwa dalam pelayanan ini, saya dapat mempergunakan apa yang telah Tuhan beri pada saya untuk menolong orang lain yang sangat membutuhkan. Saya teringat ketika pertama kali saya datang dan membacakan sebuah buku untuk seorang gadis manis yang duduk di kelas 1 SMA saat itu. Saya ingat hati saya dipenuhi dengan rasa iba, saya sedih melihat keadaannya, melihat bagaimana susah payahnya dia harus belajar. Saya senang bahwa dengan hal yang sangat sederhana, yakni hanya membacakan buku pelajarannya, saya dapat menolong meringankan bebannya.

Kedua, saya selalu merasa terberkati dalam pelayanan menjadi seorang reader ini. Setiap kali saya menolong mereka, saat itu pula mereka mengajarkan saya akan banyak hal. Mereka mengajar saya untuk bekerja keras dan tidak menyerah terhadap kesulitan hidup dengan semangat dan tekad mereka untuk meraih cita-cita dalam kerbatasan mereka. Mereka juga mengajarkan kepada saya tentang mensyukuri segala sesuatu yang kita miliki dalam hidup ini. Setiap kali saya datang kesana, saya selalu dibuat kagum dengan tekad dan semangat mereka untuk hidup lebih baik.

Membacakan buku bagi mereka memang hal yang sangat sederhana, tapi dengan memberikan waktu kita satu sampai dua jam, kita telah menolong mereka yang membutuhkan. Kita telah menjadi mata dan tangan bagi mereka. Siapa lagi yang akan Tuhan pakai untuk menjadi perpanjangan tanganNya untuk mengasihi mereka? Ingat bahwa apapun yang kita lakukan untuk sesama kita, bahkan hal yang paling kecil sekalipun, kita sedang melakukannya untuk Tuhan. Mari, kita ingin orang lain mengenal Kristus, dengan cara apa? Dengan memberitakan kasihNya yang nyat bagi mereka. Agar mereka tahu, bahwa melalui kita, Allah tidak pernah melupakan dan membiarkan mereka.

Minggu, 02 Desember 2012

For a reason

Bukan tanpa alasan, segala sesuatu terjadi dalam hidup kita. Itu yang saya yakini. Saya percaya bahwa di dunia ini tidak ada yang namanya kebetulan. Segala sesuatu pasti terjadi untuk suatu alasan, meskipun untuk beberapa hal dalam hidup saya, saya belum menemukan alasannya.

Mulai dari hal-hal paling dasar dalam hidup saya, seperti, mengapa saya memiliki orangtua yang banyak membatasi saya. Saya percaya itu terjadi untuk suatu alasan, walaupun saat ini saya tidak mengerti. Mungkin satu saat nanti, saat saya juga menjadi orangtua, saya akan mengerti.

Atau, mengapa saya memiliki badan yang imut-imut mungil hehe. Saya juga tidak tahu. Yang saya tahu, itu terjadi karna satu alasan yang luar biasa dari Tuhan, jadi saya tidak pernah menyesalinya.

Mengapa saya harus bertemu dan mengenal si ini si itu. Mengapa Engkau membiarkan ini itu terjadi. Mengapa tidak Engkau cegah saja jika Engkau tahu *tentu Engkau tahu segala sesuatu* pertemuan itu mungkin akan menyakitkan bagi saya pada akhirnya.

Saya rasa, ada saat kita memang harus menunggu untuk mengetahui jawaban dariMu, tetap percaya bahwa segala sesuatu tidak akan pernah terjadi tanpa alasan dariMu. Percaya bahwa rencanaMu tidak akan pernah gagal. Dan tentu butuh waktu, kesabaran, ketekunan untuk percaya sampai kita menemukan jawaban. Saya yakin, ada saat ketika Yusuf bertanya kepadaMu, mengapa dia harus dibenci saudaranya, dijual, difitnah, dipenjara, dan mengalami hal-hal buruk lainnya. Dan jawaban dariMu datang melalui proses dan waktu yang panjang dan berliku. Tapi Yusuf tetap setia dan percaya. Dia tidak membenci caraMu atau mempertanyakan jalan-jalanMu. Dia percaya dan dia tidak kecewa. Ya, pada akhirnya Yusuf menemukan jawaban dan alasan dari segala sesuatu yang menimpanya. Jawaban dan alasan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.
Atau Abraham yang harus membawa anaknya Ishak untuk dipersembahkan menjadi korban bakaran bagiMu. Mungkin di sepanjang jalan ketika dia mendaki gunung bersama anaknya, dia juga mempertanyakan maksudMu, alasanMu menyuruhnya melakukan hal yang mengerikan tersebut. Tapi dia terus berjalan, karna Dia percaya. Dia percaya bahwa Allah sanggup membangkitkan anaknya dari kematian sekalipun. Dia percaya bahwa Allahnya setia.

Saya pun percaya, satu saat nanti, saya pun akan menemukan jawaban dan alasan dari segala pertanyaan hidup saya. Asalkan saya tetap setia mengikuti jalanMu dan tidak menjadi kecewa. Asalkan saya tetap percaya bahwa Engkau setia dan seluruh rancanganMu terbaik bagi saya. Dan saya pun percaya jawaban dan alasanMu pasti yang terindah bagi hidup saya :)

Sabtu, 01 Desember 2012

Blackberry

Selasa siang kemarin, saya mengajak ngobrol seorang teman. Dia sedang asyik dengan Blackberrynya. Saya bicara, matanya tidak kunjung menatap saya. Saya bertanya, dia menjawab dengan tatapan lekat pada Blackberrynya.
Serius, kesal banget. Yaa, buat beberapa orang, Blackberry jauh lebih penting daripada teman yang nyata-nyata ada di depan. Huft. Mungkin Blackberry lebih menarik kali ya..Kecewaa, kalah pamor sama benda mati ~

Cukup cukup cukup

Hari ini PA dengan ka Tasha dan Triyanti Sinambela.
Yang didapat?
Sampai kita merasa cukup dengan Tuhan, baru Tuhan berikan apa yang kita minta padaNya.
Apakah aku merasa cukup denganMu saja Tuhan? Apakah aku sudah merasa cukup bahagia, sempurna denganMu saja? Tentu saja Engkau membuat sempurna, hanya saja aku yang bodoh tidak menyadarinya.

Belajar untuk cukup denganMu :D