Rabu, 9 Oktober 2013. Kira-kira pukul 4 sore *sepertinya*.
Pulang kuliah pengganti bor dan dari ruangan mas Pudjo.
Jalan kaki dari gedung TM ke arah gerbang belakang.
Tangga gedung TM yang sama, jalan yang sama, pohon-pohon yang sama.
Rute sama seperti hari-hari sebelumnya.
Tapi ada yang berbeda..
Hari rabu sore itu, di jalan antara gedung TM dan sunken court, pada rute yang sama seperti hari-hari sebelumnya, ada yang berbeda.
Perbedaan yang menyenangkan :D
Hopefully akan ada banyak sore-sore dimana perbedaan itu bisa terjadi lagi :)
Kamis, 10 Oktober 2013
Entah apa yang terjadi kalau ga punya teman-teman yang luar biasa di S2 sekarang ini.
Kuliahnya susah, masih berusaha meraba-raba dan beradaptasi, tugasnya super banyak.
Tapi karna punya teman-teman yang baik bisa sering kerja kelompok dan belajar bareng.
Becanda sama-sama. Main bareng sewaktu penat liat laptop.
Haaaa, beruntung dan bersyukur banget dikasi Tuhan teman-teman baru yang luar biasa :D
Kuliahnya susah, masih berusaha meraba-raba dan beradaptasi, tugasnya super banyak.
Tapi karna punya teman-teman yang baik bisa sering kerja kelompok dan belajar bareng.
Becanda sama-sama. Main bareng sewaktu penat liat laptop.
Haaaa, beruntung dan bersyukur banget dikasi Tuhan teman-teman baru yang luar biasa :D
Kamis, 03 Oktober 2013
Nyaris..
Hari ini nyaris tenggelam.
Saya bisa berenang, ga expert sih, tapi bisa. Sore ini janjian dengan teman-teman buat berenang di Saraga. Mumpung lagi ladies day.
Setelah beberapa lama berenang, saya memutuskan untuk berenang dari satu titik ke titik yang lain dengan jarak cukup jauh. Pelan-pelan aja deh, pikir saya.
Setelah menempuh setengah perjananan, entah kenapa saya merasa lelah, dan tiba-tiba panik. Panik yang mematikan. Rasanya tiba-tiba paru-paru kehilangan udara. Saya pun hampir tenggelam.
Makin panik, saya memanggil nama teman yang berenang paling dekat dengan saya. Berusaha terus melayang tapi makin tenggelam. Udara di paru-paru saya makin tipis. Otak saya rasanya berhenti bekerja untuk menggerakkan tangan dan kaki.
Oksigen, oksigen, cuma itu yang ada di pikiran saya. Rasanya mulai takut.
Haaaaa, puji Tuhaaan, saya diselamatkan. Butuh 2 orang dan satu ban buat menolong saya. Cukup lama saya ada dalam kondisi hampir tenggelam. Karna posisi saya benar-benar di tengah-tengah kolam Saraga.
Hikkks. Takut beneran.
Ternyata batas antara hidup dan mati seorang manusia cuma sejengkal. Buat saya hari ini cuma sebatas beberapa menit lagi. Hampir saya pikir saya akan berkata goodbye dunia fana.
Hidup manusia memang sangat fragile yaaa. Kolam renang dengan kedalaman 2 meter dengan volume air sebanyak itu dan hanya dalam hitungan menit bisa mematikan saya.
Terima kasih Tuhan Yesus, masi kasi saya kesempatan hidup sampai saat ini.
Saya bisa berenang, ga expert sih, tapi bisa. Sore ini janjian dengan teman-teman buat berenang di Saraga. Mumpung lagi ladies day.
Setelah beberapa lama berenang, saya memutuskan untuk berenang dari satu titik ke titik yang lain dengan jarak cukup jauh. Pelan-pelan aja deh, pikir saya.
Setelah menempuh setengah perjananan, entah kenapa saya merasa lelah, dan tiba-tiba panik. Panik yang mematikan. Rasanya tiba-tiba paru-paru kehilangan udara. Saya pun hampir tenggelam.
Makin panik, saya memanggil nama teman yang berenang paling dekat dengan saya. Berusaha terus melayang tapi makin tenggelam. Udara di paru-paru saya makin tipis. Otak saya rasanya berhenti bekerja untuk menggerakkan tangan dan kaki.
Oksigen, oksigen, cuma itu yang ada di pikiran saya. Rasanya mulai takut.
Haaaaa, puji Tuhaaan, saya diselamatkan. Butuh 2 orang dan satu ban buat menolong saya. Cukup lama saya ada dalam kondisi hampir tenggelam. Karna posisi saya benar-benar di tengah-tengah kolam Saraga.
Hikkks. Takut beneran.
Ternyata batas antara hidup dan mati seorang manusia cuma sejengkal. Buat saya hari ini cuma sebatas beberapa menit lagi. Hampir saya pikir saya akan berkata goodbye dunia fana.
Hidup manusia memang sangat fragile yaaa. Kolam renang dengan kedalaman 2 meter dengan volume air sebanyak itu dan hanya dalam hitungan menit bisa mematikan saya.
Terima kasih Tuhan Yesus, masi kasi saya kesempatan hidup sampai saat ini.
Sabtu, 28 September 2013
Hujan rintik-rintik :)
Jumat, 28 September 2013. Kira-kira pukul 5 sore *lupa persisnya*
Hujan rintik-rintik di kota Bandung
Like always, payung selalu ada ditas
Tik tik tik bunyi hujan di sore hari. Seperti hujan-hujan biasanya
Tapi ada yang berbeda
Bahagia bisa berdiri di bawah payung hari Jumat itu dibawah hujan kira-kira pukul lima sore :D
Another story from the little bear
Kira-kira sebulan yang lalu si beruang kecil baru saja pindah ke hutan baru. Hutan yang asing dan kadang agak menakutkan untuk si beruang kecil.
Awalnya sulit bagi si beruang kecil untuk beradaptasi. Merasa terintimidasi dan bodoh menjadi hal yang biasa bagi si beruang kecil. Kelelahan dan kadang jadi sakit juga sering dialami.
Belajar hal-hal baru, bertemu teman-teman baru.
Demi sebuah mimpi si beruang kecil berjuang.
Si beruang kecil sadar, biarpun kecil, si beruang kecil akan terus berjuang. Berjuang hingga satu hari nanti dia bisa menguasi 'hutan barunya'.
Awalnya sulit bagi si beruang kecil untuk beradaptasi. Merasa terintimidasi dan bodoh menjadi hal yang biasa bagi si beruang kecil. Kelelahan dan kadang jadi sakit juga sering dialami.
Belajar hal-hal baru, bertemu teman-teman baru.
Demi sebuah mimpi si beruang kecil berjuang.
Si beruang kecil sadar, biarpun kecil, si beruang kecil akan terus berjuang. Berjuang hingga satu hari nanti dia bisa menguasi 'hutan barunya'.
Kamis, 05 September 2013
September, 5th
So today, it has been a year.
I think I just want to see you once more and finnaly can say hello.
But I know it will never happen.
Because now, your place and your world are quite different from mine.
We're seperated now. Not just by place and time, but by the destiny also.
You're in heaven now.
And I, I stiill here, find my self feel a little bit missing you again..
I think I just want to see you once more and finnaly can say hello.
But I know it will never happen.
Because now, your place and your world are quite different from mine.
We're seperated now. Not just by place and time, but by the destiny also.
You're in heaven now.
And I, I stiill here, find my self feel a little bit missing you again..
Senin, 02 September 2013
Nikmatnya bekerja
"Di dalam Tuhan ada nikmat senantiasa..."
Tuhan itu baik.
Dalam setiap pekerjaan manusia, sesulit, sesusah, semenyebalkan apapun, Dia menyelipkan sukacita dan kenikmatan dalam pekerjaan itu. Dia pemberi upah yang luar biasa. Bukan cuma upah yang berupa materi/uang. Dia juga memberi upah bagi emosi dan pikiran orang yang bekerja.
Selain dicukupkan kebutuhan badaniahnya, orang yang bekerja pun merasa ada kenikmatan dalam pekerjaannya.
Makaaaaciiii Tuhaaan. Makasi sudah memberi banyak energi, semangat, kekuatan, dan kenikmatan dalam pekerjaanku :D
Langganan:
Postingan (Atom)