Malam ini melihat tanyangan tentang perburuan gajah di televisi. Parah banget. Sedih sekali saat lihat mayat-mayat gajah bergelimpangan di pinggiran hutan. Itu keji namanya.
Alasannya, gajah-gajah itu merusak perkebunan kelapa sawit. Ya kali ya, namanya gajah, mana tau yang mana kebun yang mana bukan, yang mana benar atau salah. Mereka kan hanya mencari makanan karna habitat mereka sekarang sudah beralih fungsi menjadi perkebunan-perkebunan sawit. Mereka sudah kehilangan tempat tinggal dan tempat mencari makan oleh karena manusia, tapi masih juga mereka dibunuhi dan diambil gadingnya.
Padahal, perkebunan sawit itu juga sebenarnya adalah area hutan lindung. Kelewatan.
Dan apa pembelaan para pelaku? Klasik kan. untuk mencari makan. Ya, itu alasan mereka melakukan perbuatan keji itu. Seakan-akan perut adalah alasan terbaik yang bisa mereka beri untuk membenarkan perbuatan mereka.
Jadi begitulah sifat jeleknya manusia, untuk mencari makan bagi diri sendiri, mereka merampas hak makhluk lain, melakukan kejahatan, dan melanggar hukum. Sedangkan makhluk lain yang tidak dikarunia akal budi, dibunuhi ketika mereka juga mencari makan. Padahal mereka adalah binatang yang tentu saja tidak mengenal hukum dan tidak punya keahlian seperti manusia untuk mencari makan dengan cara lain. Egois.
Tuhan memang memberi kita kuasa atas alam ini, atas ikan-ikan dilaut, burung di udara, dan binatang-binatang lainnya. Tapi bukan hanya kuasa, tapi juga tugas untuk mengelola dan memeliharanya. Seorang manusia yang berakal budi dan berakhlak, tidak akan menyakiti makhluk lain untuk keegoisan dan kerakusan sendiri. Alam ini untuk diberdayakan dan dikelola, bukan untuk dirusak seenaknya. Itulah amanat dari Sang Pencipta..
Kamis, 29 November 2012
Menyerah?
Kapan kita harus menyerah? Pertanyaan itu sedang 'hit banget' dalam pikiran saya.
Untuk apa memperjuangkan yang tidak mau diperjuangkan? Untuk apa mempertahankan sesuatu yang memang tidak mungkin lagi? Atau untuk apa mempertahankan sesuatu yang pasti akan menyakiti.
Yaah, boleh saja kita keras kepala dalam beberapa hal. Tentu kita pun harus terus berusaha untuk mempertahankan sesuatu sampai hal itu tidak layak lagi untuk kita pertahankan. Tapi jika memang sudah tidak layak, lebih baik diakhiri saja bukan. Tidak mudah menyerah itu harus, tapi akan ada saat kita harus bisa berkata pada diri kita sendiri, " Kita harus berhenti dan melanjutkan hidup kita."
Perlu keberanian dan tekad kuat untuk tidak menyerah dan terus berusaha mempertahankan sesuatu, tapi juga diperlukan keberanian dan hati yang besar untuk mengatakan kita berhenti dan merelakannya.
Untuk apa memperjuangkan yang tidak mau diperjuangkan? Untuk apa mempertahankan sesuatu yang memang tidak mungkin lagi? Atau untuk apa mempertahankan sesuatu yang pasti akan menyakiti.
Yaah, boleh saja kita keras kepala dalam beberapa hal. Tentu kita pun harus terus berusaha untuk mempertahankan sesuatu sampai hal itu tidak layak lagi untuk kita pertahankan. Tapi jika memang sudah tidak layak, lebih baik diakhiri saja bukan. Tidak mudah menyerah itu harus, tapi akan ada saat kita harus bisa berkata pada diri kita sendiri, " Kita harus berhenti dan melanjutkan hidup kita."
Perlu keberanian dan tekad kuat untuk tidak menyerah dan terus berusaha mempertahankan sesuatu, tapi juga diperlukan keberanian dan hati yang besar untuk mengatakan kita berhenti dan merelakannya.
Senin, 26 November 2012
Cinta pertama, tanpa alasan
Sejak kelas satu SMP, saya jatuh cinta pada sebuah klub. Cinta pertama dan terakhir saya nih buat urusan si kulit bundar. Nama cinta pertama saya ini Manchester United. Ingat banget deh, pertama kali liat adalah saat MU melawan Porstmouth yang mana MU kalah 2-0. Waktu itu masih jamannya Roy Keane, Gary Neville masih mainlah. Uuuuh kangen.
Terus kalau mereka kalah, kenapa saya bisa jatuh cinta ya? Jujur jawabannya gatau. Entah kenapa tiba-tiba saya suka tim ini dan tidak pernah berubah selama kurang lebih sembilan tahun ini. Entah mereka kalah atau mereka menang, entah mereka bermain bagus atau tidak, MU tetap dihati. Tidak mau pindah ke lain hati.
Love at the first sight kali yaa. Aneh ya, pertama kali lihat langsung jatuh cinta dan saya tidak perlu alasan untuk mempertahankan cinta itu. Kalau mereka kalah, saya memang kecewa tapi itu tidak akan membuat saya pindah mendukung tim lain. Saya menyukai tim saya apapun keadaannya. Perasaan saya rasanya tidak berubah, entah ketika saya melihat tim saya mengangkat trofi juara atau harus menunduk malu keluar dari lapangan.
Beruntung sekali ya kalau di kehidupan pribadi kita, kita juga bisa mencintai dan dicintai seseorang seperti itu. Hahahaha. Yaa, tanpa alasan, tidak bisa berubah karna memang tidak didasarkan oleh alasan apapun. Bisa melihat orang yang kita cintai apa adanya. Pandangan kita padanya tidak berubah entah dalam suka atau duka, dalam sedih atau senangnya. Bisa menerima kekurangan tanpa mencela. Tidak berubah dan lekang oleh waktu. Waaaaah. Sayangnya kebanyakan cinta di dunia ini perlu alasan..
Terus kalau mereka kalah, kenapa saya bisa jatuh cinta ya? Jujur jawabannya gatau. Entah kenapa tiba-tiba saya suka tim ini dan tidak pernah berubah selama kurang lebih sembilan tahun ini. Entah mereka kalah atau mereka menang, entah mereka bermain bagus atau tidak, MU tetap dihati. Tidak mau pindah ke lain hati.
Love at the first sight kali yaa. Aneh ya, pertama kali lihat langsung jatuh cinta dan saya tidak perlu alasan untuk mempertahankan cinta itu. Kalau mereka kalah, saya memang kecewa tapi itu tidak akan membuat saya pindah mendukung tim lain. Saya menyukai tim saya apapun keadaannya. Perasaan saya rasanya tidak berubah, entah ketika saya melihat tim saya mengangkat trofi juara atau harus menunduk malu keluar dari lapangan.
Beruntung sekali ya kalau di kehidupan pribadi kita, kita juga bisa mencintai dan dicintai seseorang seperti itu. Hahahaha. Yaa, tanpa alasan, tidak bisa berubah karna memang tidak didasarkan oleh alasan apapun. Bisa melihat orang yang kita cintai apa adanya. Pandangan kita padanya tidak berubah entah dalam suka atau duka, dalam sedih atau senangnya. Bisa menerima kekurangan tanpa mencela. Tidak berubah dan lekang oleh waktu. Waaaaah. Sayangnya kebanyakan cinta di dunia ini perlu alasan..
Apa yang harus dilakukan untukmu?
Hari ini ketemu lagi dengan teman saya yang papanya baru saja meninggal. Jarang-jarang bisa pulang bareng lagi. Di angkot pun menghabiskan waktu untuk ngobrol-ngobrol.
Teman saya ini menceritakan bahwa dia tidak suka dengan perlakuan dari keluarga besar ayahnya yang menganggap ibunya yang tidak bekerja lagi tidak dapat berbuat apa-apa. Dia mengatakan bahwa dia tidak terima dengan anggapan seperti itu. Bahwa dia akan berusaha untuk berdiri di atas kakinya sendiri dan tidak bergantung pada orang lain.
Jujur kadang saya sangat kagum dengan sikapnya yang tegar dan mandiri. Teman saya ini tidak mau bergantung pada orang lain. Dan ingin membuktikan bahwa dia bisa.
Tapi, kadang sikapnya ini juga membuat orang sekitarnya merasa serba salah. Dia tidak suka orang lain mengasihani dia, dan kadang dia terkesan menginterpretasikan sikap orang lain sebagai rasa kasihan. Padahal saya rasa tidak semuanya seperti itu. Dia seakan menolak bantuan dan kunjungan dari kami, padahal niat kami bukan untuk mengasihani atau memandang rendah. Kami melakukannya karna mengasihi dia sebagai teman baik kami.
Entah apa yang harus dilakukan, bahkan untuk menyebarkan berita tentang kematian ayahnya pada teman-teman yang lain pun saya harus berpikir berulang-ulang. Dia tidak suka masalahnya diberitahukan pada orang lain.
Heeeei, kami hanya menyayangimu. Sungguh. Menghargai sikap mandirimu harus, tapi terkadang sikapmu yang mandiri dan tidak mau menerima bantuan membuat kami bingung. Apa yang harus kami lakukan untukmu?
Teman saya ini menceritakan bahwa dia tidak suka dengan perlakuan dari keluarga besar ayahnya yang menganggap ibunya yang tidak bekerja lagi tidak dapat berbuat apa-apa. Dia mengatakan bahwa dia tidak terima dengan anggapan seperti itu. Bahwa dia akan berusaha untuk berdiri di atas kakinya sendiri dan tidak bergantung pada orang lain.
Jujur kadang saya sangat kagum dengan sikapnya yang tegar dan mandiri. Teman saya ini tidak mau bergantung pada orang lain. Dan ingin membuktikan bahwa dia bisa.
Tapi, kadang sikapnya ini juga membuat orang sekitarnya merasa serba salah. Dia tidak suka orang lain mengasihani dia, dan kadang dia terkesan menginterpretasikan sikap orang lain sebagai rasa kasihan. Padahal saya rasa tidak semuanya seperti itu. Dia seakan menolak bantuan dan kunjungan dari kami, padahal niat kami bukan untuk mengasihani atau memandang rendah. Kami melakukannya karna mengasihi dia sebagai teman baik kami.
Entah apa yang harus dilakukan, bahkan untuk menyebarkan berita tentang kematian ayahnya pada teman-teman yang lain pun saya harus berpikir berulang-ulang. Dia tidak suka masalahnya diberitahukan pada orang lain.
Heeeei, kami hanya menyayangimu. Sungguh. Menghargai sikap mandirimu harus, tapi terkadang sikapmu yang mandiri dan tidak mau menerima bantuan membuat kami bingung. Apa yang harus kami lakukan untukmu?
Jumat, 23 November 2012
Sudah cukup :D
God is good for me, that's enough..
Benar kan? Apa lagi coba yang kurang? Apa lagi yang harus dikuatirkan?
Dia baik bagiku, sangat baik. Dan itu cukup. Powerful banget.
Seperti yang saya baca di Kitab Roma kemarin, tidak ada yang bisa memisahkan kita dari kasihNya. Baik pemerintahan, kuasa, malaikat, ataupun penderitaan. Tidak akan bisa memisahkan kita dari kasihNya.
Dia baik bagiku, itu bukan sekedar kata. Itu adalah ucapan syukur sekaligus harapan. Ucapan syukur ketika kebaikanNya datang tiap pagi, sekaligus harapan ketika kesusahan dan pencobaan datang. Dan harapan itu tidak akan pernah mengecewakan. Entah apa yang manusia bisa lakukan tanpa fakta sekaligus harapan kita ini.
Dia memang baik bagiku, itu cukup :D
Benar kan? Apa lagi coba yang kurang? Apa lagi yang harus dikuatirkan?
Dia baik bagiku, sangat baik. Dan itu cukup. Powerful banget.
Seperti yang saya baca di Kitab Roma kemarin, tidak ada yang bisa memisahkan kita dari kasihNya. Baik pemerintahan, kuasa, malaikat, ataupun penderitaan. Tidak akan bisa memisahkan kita dari kasihNya.
Dia baik bagiku, itu bukan sekedar kata. Itu adalah ucapan syukur sekaligus harapan. Ucapan syukur ketika kebaikanNya datang tiap pagi, sekaligus harapan ketika kesusahan dan pencobaan datang. Dan harapan itu tidak akan pernah mengecewakan. Entah apa yang manusia bisa lakukan tanpa fakta sekaligus harapan kita ini.
Dia memang baik bagiku, itu cukup :D
Selasa, 20 November 2012
Pergi
Hari ini ayah dari salah satu sahabat saya dipanggil Tuhan. Entah harus mengatakan apa. Sedih tentunya melihat dia begitu kehilangan. Biasanya teman saya ini tegar sekali. Dia tidak pernah menangis didepan orang lain. Tapi hari ini, saya bisa melihat kesedihan begitu dalam di wajahnya.
Bagaimana tidak, sudah berbulan-bulan ayahnya terbaring sakit. Dan hari ini ayahnya dipanggil oleh Tuhan.
Saya memikirkan keadaannya. Saya berpikir, bagaimana kehidupan keluarganya nanti. Ibunya tidak bekerja dan adiknya masih SMA. Sejak ayahnya sakit dan tidak bisa bekerja mereka sudah mengalami kesulitan keuangan. Heeem. Entah apa yang harus saya katakan.
Hari ini saya harus melihat lagi bagaimana kepergian seseorang untuk selamanya bisa membuat banyak kehidupan berubah. Bagaimana kehilangan orang yang kita cintai mengakibatkan hati kita mengalami hal yang sangat menyakitkan.
Saya juga pernah mengalaminya. Sakit sekali kehilangan orang yang kita cintai. Sakit, karna kita tahu dia sudah pergi, dan kita tidak akan bisa melihatnya lagi. Memang, saya yakin, kita akan bertemu lagi dengan orang yang kita cintai satu hari nanti, pada saat kebangkitan. Tapi tentu saja perasaan dan relasi yang kami miliki di dunia ini tidak lagi berlaku disana. Saya tidak akan pernah melihatnya lagi dengan cara yang sama. Dan dia pun tidak.
Tapi apakah itu berarti? Tidak bukan. Ya, saya tidak akan melihatnya lagi, tapi sebagai gantinya, orang yang saya kasihi tersebut kini berada dalam damai abadi. Dia berada dalam pangkuan Bapa Surgawi yang mengasihinya dengan sempurna. Lalu apa lagi yang harus saya keluhkan. Jika saya sungguh mengasihinya, saya akan merelakannya dan ikut bersukacita karna kebahagiannya yang abadi saat ini.
Mungkin perlu waktu untuk bisa menerima kepergian seseorang yang kita cintai, namun jika kita berpatokan pada pemikiran diatas, pasti kita bisa mengatasinya :)
Bagaimana tidak, sudah berbulan-bulan ayahnya terbaring sakit. Dan hari ini ayahnya dipanggil oleh Tuhan.
Saya memikirkan keadaannya. Saya berpikir, bagaimana kehidupan keluarganya nanti. Ibunya tidak bekerja dan adiknya masih SMA. Sejak ayahnya sakit dan tidak bisa bekerja mereka sudah mengalami kesulitan keuangan. Heeem. Entah apa yang harus saya katakan.
Hari ini saya harus melihat lagi bagaimana kepergian seseorang untuk selamanya bisa membuat banyak kehidupan berubah. Bagaimana kehilangan orang yang kita cintai mengakibatkan hati kita mengalami hal yang sangat menyakitkan.
Saya juga pernah mengalaminya. Sakit sekali kehilangan orang yang kita cintai. Sakit, karna kita tahu dia sudah pergi, dan kita tidak akan bisa melihatnya lagi. Memang, saya yakin, kita akan bertemu lagi dengan orang yang kita cintai satu hari nanti, pada saat kebangkitan. Tapi tentu saja perasaan dan relasi yang kami miliki di dunia ini tidak lagi berlaku disana. Saya tidak akan pernah melihatnya lagi dengan cara yang sama. Dan dia pun tidak.
Tapi apakah itu berarti? Tidak bukan. Ya, saya tidak akan melihatnya lagi, tapi sebagai gantinya, orang yang saya kasihi tersebut kini berada dalam damai abadi. Dia berada dalam pangkuan Bapa Surgawi yang mengasihinya dengan sempurna. Lalu apa lagi yang harus saya keluhkan. Jika saya sungguh mengasihinya, saya akan merelakannya dan ikut bersukacita karna kebahagiannya yang abadi saat ini.
Mungkin perlu waktu untuk bisa menerima kepergian seseorang yang kita cintai, namun jika kita berpatokan pada pemikiran diatas, pasti kita bisa mengatasinya :)
Senin, 19 November 2012
Something
Sore ini kedinginan karna berenang dalam hujan. Jaket ditutup rapat, topinya dipakai masih terasa dingin.
Akhirnya saya putuskan beli gorengan terlebih dahulu sebelum pulang. Habis berenang laper banget..
Sebenarnya pingin ngemil yang lebih elit sih, tapi apa daya, penyakit tengah bulan..
Didalam angkot, remang-remang, lapar, kedinginan, tiba-tiba melihat seseorang di dalam angkot. Orang asing, tidak saya kenal. Tapi entah kenapa tiba-tiba jadi ingat sesuatu. Aneh deh, kenapa bisa tiba-tiba kepikiran ya? Bukan karna orangnya. Saya kan tidak kenal dia. Tapi orang itu mengingatkan saya akan sesuatu.
Yaaah.
I think I miss something tonight..
Akhirnya saya putuskan beli gorengan terlebih dahulu sebelum pulang. Habis berenang laper banget..
Sebenarnya pingin ngemil yang lebih elit sih, tapi apa daya, penyakit tengah bulan..
Didalam angkot, remang-remang, lapar, kedinginan, tiba-tiba melihat seseorang di dalam angkot. Orang asing, tidak saya kenal. Tapi entah kenapa tiba-tiba jadi ingat sesuatu. Aneh deh, kenapa bisa tiba-tiba kepikiran ya? Bukan karna orangnya. Saya kan tidak kenal dia. Tapi orang itu mengingatkan saya akan sesuatu.
Yaaah.
I think I miss something tonight..
Langganan:
Postingan (Atom)