Sabtu, 27 Oktober 2012

Lemahku KuatMu

Senin sore, selesai membantu membacakan pelajaran-pelajaran seorang teman di panti tuna netra, saya pulang ke rumah dengan tenggorokan yang sakit. Dua jam nonstop merekam pelajarannya. Hemmm.. habis suara saya pikir.

Selasa pagi, saya terbangun dengan tenggorokan masih sakit dan badan juga terasa pegal-pegal. Heem.. ditambah masuk angin saya pikir. Saya pun memaksakan diri tetap menjadi asisten agama hari itu. Di kelas agama mulailah badan saya terasa panas dan saya tertidur saat dosen sedang memberikan kuliah. Ckckckc. Apa boleh buat.

Hari itu saya hampir menangis. Dua hari lagi saya ujian. Dua lagi. Dua-duanya sulit pula. 
Saya tidak boleh sakit. Begitu terus saya mensugesti pikiran saya. 

Saya ingat sepanjang hari yang suram itu saya memaksakan diri saya untuk terus belajar. Pikiran saya harus terus bekerja, tapi badan saya berteriak minta tidur.

Saya menyerah pukul 11 malam. Saya berdoa padaNya. Saya katakan, Tuhan, Engkau Maha Tahu. Ujian ini sangat penting. Tolong beri saya kekuatan dan kesembuhan. 

Keesokan paginya saya bangun, sebenarnya badan saya pun belum sembuh. Entah mengapa angin dibadan saya tidak mau keluar. Hiks. Saya terus merasa mual dan ingin muntah. Tapi saya ada kuliah jam 7 pagi. Lagi-lagi saya memaksakan badan saya untuk pergi.
Dan sepanjang hari itu saya memaksakan diri belajar lagi sampai jam 10 malam.

Heem. entah apa yang harus saya ucap. Bagi saya dua hari itu adalah hari yang berat. Saya sakit, tapi tidak boleh sakit. Saya tidak boleh beristirahat. Sedih sih sebenarnya. Kenapa ya tidak Tuhan sembuhkan saya?

Tapi saya sangat bersyukur untuk dua hal. pertama, saya diberi kekuatan yang saya pun tidak sangka-sangka. Saya bisa kuat belajar selama dua hari tersebut. Saya bahkan masih bisa tertawa. Saya bisa diberi kekuatan untuk menanggung sakit saya. 
Kedua, saya bersyukur karna bisa mengerjakan ujian tersebut dengan baik hari Kamisnya.

Ya, Dia memang tidak menyembuhkan saya selama dua hari itu, tapi gantinya Dia memberi saya kekuatan. Dia mengajar saya untuk bergantung padaNya dalam kesulitan saya.
Semuanya hanya karna kasih karuniaNya. Terima kasih Tuhan. dalam kelemahanku, KuasaMu sempurna. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar