Senin, 20 Agustus 2012

More than a hero?

"Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota." (Amsal 16:32).

Pernah saya berpikir ini agak berlebihan loh *haduh, maaaf Tuhan*. Soalnya saya pikir, apa sih susahnya sabar atau menguasi diri dibandingkan jadi seorang pahlawan. Kan susah tuh jadi Batman, jadi Iron Man, jadi bagian dari the Avengers *woow* heheh. Bayangin, harus punya kekuatan untuk mengalahkan kejahatan.

Nah, tapi Firman Tuhan itu tidak pernah keliru. Tidak pernah salah. Dan memang benar setelah saya sendiri mengalaminya. Sabar itu sulit. Menahan amarah atau emosi itu sulit. Sulit sekali.

Sering kok saya bermasalah dengan kesabaran.

Buat sabar, kita harus minta pimpinan Roh Kudus. Kita harus minta setiap hari, supaya hati kita dilembutkan dan diberi kekuatan untuk mengalahkan amarah dan menguasai diri kita. Apalagi, godaan untuk marah itu datangnya tiba-tiba. Ga pernah bilang-bilang dulu. Saya sering loh melihat ayah saya marah di dalam mobil gara-gara ada pengendara motor yang nyalip. Tiba-tiba kan.

Saya juga mengalaminya secara pribadi. Sering kali saya tidak tahan menahan godaan untuk kesal dan marah pada orang lain. Padahal sesudahnya pasti saya menyesal karna sudah marah.

Yah, memang tidak mudah untuk sabar dan menguasi diri. Itu butuh perjuangan dan latihan setiap hari. Hari ini saya tergoda untuk marah dan saya kalah. Tapi besok saya akan berusaha lagi untuk mengalahkan godaan-godaan semacam itu. Saya tidak suka marah. Marahnya sih cuma sebentar. Rasa puas karna bisa melampiaskan kemarahan itu tidak sebanding dengan penyesalan yang dirasakan setelahnya. Belum lagi, hati-hati lain yang tersakiti karna kemarahan kita. Jadi dosa kan.

Perlu dicatat maksud marah saya disini adalah marah yang sifatnya negatif ya. Yang destruktif, bukan seperti marahnya Yesus di Bait Allah yang konstruktif. Itu sih bagus hehe,

Yah *sambil menghela napas*, sekarang saya menyadari maksud penulis Amsal. Pasti dia sudah pernah mengalaminya, makanya dia dapat menuliskan bahwa orang yang sabar itu lebih dari seorang pahlawan.

Sabar itu memang sulit ternyata.Saya jadi teringat kata-kata seorang ibu di iklan mie instan di TV. Menang itu bisa mengalah pada amarah. :)








Tidak ada komentar:

Posting Komentar